Resep Sate Padang Simpel dan Enak

Daging Kurban Idul Adha kemarin masih ada donk sisa di rumah ?…. Meskipun Idul Adha sudah berlalu beberapa hari lalu, tapi euforianya masih terasa. Aroma daging bakar, gulai, dan rendang memenuhi dapur sejak penyembelihan hewan kurban. Dan bisa jadi, saat ini kulkas atau freezer rumah Anda masih menyimpan beberapa kantong plastik berisi daging sapi atau jeroan. Daripada bingung mau dimasak apa lagi, yuk kita olah jadi Sate Padang, salah satu hidangan khas Minangkabau yang kaya rempah dan cocok banget disantap hangat-hangat bersama keluarga!

Momen Idul Adha dan Melimpahnya Daging Kurban

Idul Adha memang identik dengan penyembelihan hewan kurban. Biasanya masyarakat menerima daging dalam jumlah cukup banyak, terutama daging sapi atau kambing. Namun sering kali, setelah hari H, kita mulai kehabisan ide untuk mengolah daging yang masih tersisa. Sudah buat rendang, semur, gulai, atau sop, tapi masih ada stok di kulkas? Tenang, ini saatnya mencoba sesuatu yang berbeda.

Sate Padang bisa jadi pilihan tepat. Tak hanya menggugah selera, sate ini juga merupakan simbol kuliner kaya budaya dan tradisi. Kuah kental kuning atau kemerahan yang dibumbui puluhan rempah menjadikannya sajian spesial untuk akhir pekan atau bahkan untuk sajian kumpul keluarga selepas Idul Adha.

sate padang

Kenapa Harus Sate Padang?

Berbeda dari sate Madura atau sate maranggi, Sate Padang tidak menggunakan bumbu kacang atau kecap. Justru, keunikannya terletak pada kuah kental berbumbu rempah yang mengguyur sate panas di atas piring. Sensasi daging yang dipanggang lalu disiram kuah panas membuat sajian ini terasa “meledak” di lidah.

Selain itu, bahan dasarnya fleksibel. Anda bisa menggunakan:

  • Daging sapi has dalam
  • Lidah sapi
  • Paru atau jantung
  • Bahkan campuran jeroan lain jika suka

Sangat cocok untuk mengolah potongan daging kurban yang mungkin belum sempat dimasak karena kehabisan ide.

Tapi biasanya, daging kurban yang kita dapatkan bukanlah bagian has dalam (tenderloin) yang empuk. Justru lebih sering berupa daging bagian luar seperti:

  • Sengkel (bagian kaki)
  • Sandung lamur (brisket)
  • Paha belakang (round)
  • Bahkan jeroan seperti paru, jantung, atau lidah

Meski teksturnya lebih liat, jangan salah—daging bagian ini justru lebih gurih, apalagi jika diolah dengan teknik yang tepat. Dan Sate Padang adalah salah satu jenis masakan yang paling cocok untuk jenis daging ini.


Rahasia Buat Daging Kurban Empuk Untuk Sate Padang

Salah satu kunci utama membuat Sate Padang dari daging kurban adalah teknik perebusan. Karena daging cenderung lebih keras, berikut beberapa tips praktis:

  1. Rebus dengan rempah dasar
    Gunakan air dingin lalu rebus perlahan dengan daun salam, bawang putih, sereh, dan sedikit garam. Rebus 1–1,5 jam hingga daging empuk.
    ➤ Bonus: air rebusan ini jadi kaldu yang sangat kaya rasa, cocok untuk kuah sate!
  2. Gunakan pengempuk alami (opsional)
    Tambahkan irisan nanas muda selama 10–15 menit pertama, atau rendam daging dengan air jahe sebelum direbus. Tapi hati-hati, jangan terlalu lama agar daging tidak hancur.
  3. Potong melawan serat
    Setelah empuk, potong daging melintang serat. Ini sangat penting agar daging tidak alot saat dikunyah setelah dipanggang.
  4. Jangan langsung dibakar
    Daging direbus dulu hingga matang dan empuk, baru dipotong, ditusuk, dan dipanggang sebentar. Ini cara khas Sate Padang: panggangan hanya untuk mengunci aroma dan memberi cita rasa smoky.

Rempah Kaya, Rasa Autentik

Dalam kuah sate Padang, ada lebih dari 10 jenis rempah yang digunakan. Mulai dari bawang merah dan bawang putih, jahe, kunyit, merica, ketumbar, hingga jinten. Selain itu, ada juga rempah khas seperti kapulaga dan bunga lawang, yang memberikan aroma khas mirip masakan Timur Tengah.

Namun, jika Anda kesulitan menemukan kapulaga dan bunga lawang di toko sekitar rumah, tak perlu khawatir. Anda bisa mengganti kapulaga dengan tambahan jahe dan bubuk kayu manis sedikit, dan bunga lawang bisa diakali dengan menambah sedikit cengkeh atau kayu manis lebih banyak. Intinya, tetap bisa enak meskipun tanpa rempah langka.

👩‍🍳 Tips Pengolahan: Pisahkan Sate dan Kuahnya

Agar hasilnya maksimal, proses pengolahan dibagi dua:

  1. Sate Dagingnya:
    Rebus daging terlebih dahulu bersama bumbu agar empuk dan meresap. Setelah itu, potong kecil-kecil dan tusuk, lalu panggang di atas teflon atau arang agar aromanya keluar.
  2. Kuah Kentalnya:
    Gunakan kaldu rebusan daging tadi sebagai dasar kuah. Tambahkan larutan tepung beras, dan jangan lupa tumisan bumbu rempah. Aduk terus hingga kuah mengental dan mengkilap.

Siram kuah ini di atas sate panas, taburi bawang goreng, sajikan dengan lontong dan kerupuk kulit. Nikmat tiada tara!

Lebih lengkapnya berikut ini resep Sate Padang yang mudah dan menggugah selera yang bisa Anda buat sendiri di rumah,

Resep Sate Padang

Course: Sajian UtamaCuisine: Minang / IndonesiaDifficulty: Sedang
Jumlah Sajian

5

Porsi
Waktu Persiapan

20

minutes
Waktu Memasak

1

hour 

20

minutes
Jumlah Kalori per Porsi

500

kcal
Total Waktu

1

hour 

40

minutes

Sate Padang adalah sajian khas Minangkabau yang terkenal dengan kuah kental berbumbu rempah. Resep ini memanfaatkan daging kurban—baik dari bagian sengkel, sandung lamur, maupun jeroan—yang diolah hingga empuk, lalu disajikan bersama lontong, kuah pedas gurih, dan taburan bawang goreng. Cocok untuk sajian spesial keluarga pasca-Idul Adha.

Bahan Sate

  • 500 gram daging sapi bagian has dalam jika tidak ada, boleh gunakan bagian yang lain (lihat tips agar empuk)

  • Air secukupnya untuk merebus

  • Garam dan penyedap rasa secukupnya

  • Tusuk sate

  • Minyak goreng untuk olesan saat memanggang

  • Kuah Kental Sate Padang (Bumbu Halus)
  • 8 siung bawang merah

  • 5 siung bawang putih

  • 1/2 sdt merica

  • 1/2 sdt ketumbar

  • 1/2 sdt jinten

  • 10 cabai merah keriting (buang biji jika ingin tidak terlalu pedas)

  • 2 cabai rawit (boleh diskip jika tidak ingin terlalu pedas)

  • 1/2 biji pala

  • 1 ruas kunyit (bakar sebentar untuk rasa lebih legit)

  • 1 ruas jahe

  • Bahan Aromatik (bahan cemplung)
  • 2 butir kapulaga (Jika sulit ditemukan dan tidak ada gunakan kulit jeruk kering sedikit untuk aroma citrus ringan atau Tambahkan sedikit bubuk kayu manis + jahe bubuk sebagai penyeimbang aroma)

  • 2 buah bunga lawang (Jika tidak ada gunakan kulit kayu manis lebih banyak (±7 cm) ditambah sejumput adonan cengkeh bubuk)

  • 5 cm kayu manis

  • 1 batang sereh (geprek)

  • 1 ruas lengkuas (geprek)

  • 1 lembar daun kunyit (ikat simpul)

  • 2 lembar daun jeruk

  • 2 lembar daun salam

  • Garam dan penyedap secukupnya

  • 100 gram tepung beras (larutkan dengan 200 ml air)

Cara Membuat

  • Sate
  • Cuci bersih daging, potong besar-besar (jangan terlalu kecil karena akan dipotong lagi setelah matang).
  • Rebus daging dalam air dengan sedikit garam dan rempah dasar seperti daun salam, bawang putih geprek, dan sereh hingga empuk. Angkat, tiriskan, dan potong dadu kecil.
  • Tusuk potongan daging pada tusuk sate. Panggang di atas bara atau teflon sambil diolesi sedikit minyak hingga permukaan agak kecoklatan dan aromanya keluar.
  • Bumbu Sate
  • Haluskan semua bumbu halus menggunakan blender atau ulekan.
  • Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
  • Masukkan semua bahan cemplung, tumis sebentar sampai rempah mengeluarkan aroma kuat.
  • Tambahkan 600 ml air rebusan daging tadi (kaldu).
  • Masak hingga mendidih, lalu tuang larutan tepung beras sambil terus diaduk cepat agar tidak menggumpal.
  • Kecilkan api, aduk terus hingga kuah mengental dan matang sempurna. Koreksi rasa.

Notes

  • Rebus Daging Lebih Lama
    Karena bagian daging kurban cenderung lebih liat, rebus lebih lama hingga empuk. Gunakan teknik slow boil yaitu masukkan daging ke air dingin lalu rebus perlahan, tambahkan rempah dasar seperti daun salam, bawang putih geprek, dan sereh, rebus 1–1,5 jam hingga empuk. Kaldu hasil rebusan ini jangan dibuang, karena bisa jadi bahan dasar kuah sate.
  • Gunakan Bahan Pengempuk Alami (opsional)
    Kalau ingin lebih cepat empuk, tambahkan irisan nanas muda ke rebusan (10–15 menit awal saja, agar tidak hancur). Bisa juga gunakan air parutan jahe untuk merendam daging sebelum direbus (15–30 menit). Jangan gunakan terlalu banyak nanas karena bisa bikin daging lembek berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beranda
Shop
20
Keranjang
Chat
Kategori
×