
Resep Pizza Tuna Salami Rumahan
Pizza, makanan populer dari Italia, sering dianggap sebagai “makanan cepat saji” yang kurang sehat. Tapi, sebenarnya pizza bisa jadi hidangan yang lezat dan bergizi kalau kita tahu cara memilih dan mengolah bahan-bahannya dan tentu saja porsi konsumsinya. Yuk, kita bedah satu per satu kandungan gizi dari setiap komponen resep pizza! Kemudian kita buat pizza yang sehat
Resep Pizza Yang Mudah
Ingin menikmati pizza lezat tanpa harus keluar rumah? Resep pizza yang mudah ini cocok untuk kamu yang ingin mencoba membuat sendiri di dapur. Dengan bahan sederhana dan langkah yang praktis, kamu bisa menyajikan pizza hangat dengan topping favorit untuk keluarga tercinta.
Resep Pizza Tuna Salami Rumahan
Course: Makanan UtamaCuisine: Italia (Adaptasi Rumahan)Difficulty: Sedang6
porsi40
minutes30
minutes350
kcalRp 54.000 – Rp 73.000
per loyang1
hour10
minutesPizza rumahan yang lembut dengan saus tomat gurih, taburan tuna matang, salami, sayuran segar, dan keju meleleh. Cocok untuk sajian keluarga di akhir pekan.
Bahan-bahan
- Bahan Dasar
500 gram tepung terigu, ayak
1 sendok teh ragi instan
2 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh garam
200 ml air
50 ml minyak selada
- Olesan Saus
1 sendok makan margarin
5 sendok makan bawang bombay, cincang
5 siung bawang putih, cincang
3 sendok makan pasta tomat
8 sendok makan saus tomat
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica halus
1 sendok makan gula pasir
1 sendok teh oregano halus
50 ml air
- Taburan
140 gram ikan tuna matang, potong-potong
6 lembar salami, potong kecil
50 gram jamur kancing, iris-iris
2 buah tomat segar, iris
1 buah paprika hijau, iris
50 gram keju mozarella, parut
50 gram keju cheddar, parut
Cara Membuat
- Dasar, campur bahan :
– Tepung terigu
– Ragi instan
– Gula pasir
– Garam
– Air dan minyak selada
Aduk-aduk hingga menjadi adonan kalis. Diamkan selama 30 menit - Olesan : Panaskan margarin. Tumis bawang bombay cincang dan bawang putih hingga harum. Masukkan pasta tomat, saus tomat, garam, merica halus, gula pasir, oregano bubuk dan air. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Masak terus hingga mendidih dan mengental. Angkat
- Setelah 30 menit dan adonan (poin 1) sudah mengembang, pipihkan adonan hingga setebal 1 cm dan letakkan dalam loyang pizza ukuran 26 cm. Oleskan dengan saus, taburi parutan keju cheddar, potongan ikan tuna, salami, jamur, irisan tomat, paprika dan parutan keju mozarella.
- Panggang dalam oven dengan temperatur 175 derajat celcius hingga matang atau kira-kira 30 menit.
Notes
Pasta Tomat vs Saus Tomat: Apa Bedanya?
Pasta tomat adalah ekstrak tomat yang sangat kental dan pekat karena airnya telah diuapkan. Berbeda dengan saus tomat yang encer dan biasanya sudah dibumbui, pasta tomat digunakan sebagai dasar rasa yang kuat dalam saus pizza.
Jika tidak tersedia pasta tomat di dapur, Anda bisa membuat sendiri secara sederhana:
Cara Membuat Pasta Tomat Rumahan:
– 500 gram tomat matang (jenis besar, merah)
– 1 sendok makan minyak zaitun
– 1 siung bawang putih (opsional)
– Sedikit garam
Langkah :
1. Cuci bersih tomat, potong-potong, buang bijinya jika ingin hasil lebih halus.
2. Tumis bawang putih dan tomat dengan minyak zaitun hingga tomat layu.
3. Blender atau haluskan dengan saringan kawat.
4. Masak kembali dalam wajan anti lengket dengan api kecil hingga air menguap dan menjadi pasta kental.
5. Simpan dalam wadah bersih dan dinginkan. Dapat bertahan 4–5 hari di kulkas.
Mahal Gak Ya Buat Pizza?
Untuk membantu Anda merencanakan anggaran, kami telah menyusun tabel estimasi biaya bahan-bahan pizza di bawah ini. Angka-angka ini merupakan perkiraan berdasarkan harga rata-rata di supermarket dan pasar di wilayah JaBoDeTaBek per pertengahan tahun 2025. Harga sebenarnya bisa berbeda karena dipengaruhi oleh faktor seperti merek produk, promosi yang sedang berlangsung, dan ukuran kemasan yang Anda beli.
| Bahan | Kemasan Umum | Rentang Harga | Perkiraan Pakai | Estimasi Biaya Pakai (Min–Maks) |
|---|
| Tepung terigu | 1 kg | Rp 10.000 – 15.000 | 500 gram | Rp 5.000 – 7.500 |
| Ragi instan | 11 gram (Fermipan mini) | Rp 2.500 – 4.000 | 3 gram | Rp 680 – 1.090 |
| Gula pasir | 1 kg | Rp 13.000 – 16.000 | 37 gram | Rp 480 – 590 |
| Garam | 500 gram | Rp 4.000 – 6.000 | 8 gram | Rp 64 – 96 |
| Minyak selada/zaitun | 250 ml | Rp 16.000 – 22.000 | 50 ml | Rp 3.200 – 4.400 |
| Margarin | 200 gram (Blue Band, Palmia) | Rp 7.000 – 9.500 | 15 gram | Rp 525 – 710 |
| Bawang bombay | 1 buah (~150 gram) | Rp 3.500 – 5.000 | ½ buah | Rp 1.750 – 2.500 |
| Bawang putih | 250 gram | Rp 8.000 – 12.000 | 25 gram | Rp 800 – 1.200 |
| Pasta tomat | 135 gram (Delmonte, dll) | Rp 5.500 – 7.000 | 45 gram | Rp 1.830 – 2.330 |
| Saus tomat botol | 325 gram | Rp 8.000 – 12.000 | 120 gram | Rp 2.950 – 4.400 |
| Merica bubuk | 20 gram | Rp 4.000 – 6.000 | 1 gram | Rp 200 – 300 |
| Oregano kering | 10 gram | Rp 5.000 – 8.000 | 1 gram | Rp 500 – 800 |
| Ikan tuna kalengan | 185 gram | Rp 16.000 – 20.000 | 140 gram | Rp 12.100 – 15.000 |
| Salami/sosis | 250 gram | Rp 22.000 – 28.000 | 60 gram | Rp 5.280 – 6.720 |
| Jamur kancing kalengan | 425 gram | Rp 16.000 – 20.000 | 50 gram | Rp 1.880 – 2.350 |
| Tomat segar | 1 kg | Rp 10.000 – 14.000 | 2 buah (~200 gr) | Rp 2.000 – 2.800 |
| Paprika hijau | 1 buah | Rp 3.500 – 5.000 | 1 buah | Rp 3.500 – 5.000 |
| Keju mozarella | 250 gram | Rp 35.000 – 45.000 | 50 gram | Rp 7.000 – 9.000 |
| Keju cheddar | 165 gram | Rp 14.000 – 18.000 | 50 gram | Rp 4.200 – 5.500 |
1. Total Biaya Belanja Awal
Jika Anda membeli semua bahan di atas dalam kemasan terkecil, total biaya yang perlu Anda siapkan adalah sekitar: Rp 203.000 hingga Rp 286.500
Angka ini adalah biaya belanja, bukan biaya satu loyang pizza, karena banyak bahan yang akan bersisa banyak (seperti tepung, gula, garam, minyak, oregano, dan keju). Dengan perkiraan biaya seperti itu maka, bisa didapatkan untuk 2 loyang pizza.
2. Estimasi Biaya per Resep (Cost per Pizza)
Ini adalah perhitungan yang lebih akurat untuk mengetahui biaya pembuatan satu loyang pizza dengan asumsi Anda sudah memiliki bahan-bahan dasar seperti gula, garam, dan minyak.
- Adonan: Rp 7.000 (tepung) + Rp 2.000 (ragi) + bahan lain < Rp 1.000 = ~Rp 10.000
- Saus: Rp 2.500 (bawang) + Rp 1.830 (pasta tomat) + Rp 2.950 (saus tomat) + Rp 800 (oregano) = ~Rp 8.000
- Topping: Rp 12.100 (tuna) + Rp 5.280 (salami) + Rp 1.880 (jamur) + Rp 2.000 (tomat) + Rp 3.500 (paprika) + Rp 7.000 (mozzarella) + Rp 4.200 (cheddar) = ~Rp 36.000
Maka, perkiraan biaya bahan habis pakai untuk membuat satu loyang pizza sesuai resep ini adalah:Rp 10.000+Rp 8.000+Rp 36.000≈Rp 54.000
Jadi untuk membuat satu loyang pizza tuna salami ini, Anda memerlukan biaya bahan sekitar Rp 54.000 – Rp 73.000, dengan asumsi Anda menggunakan bahan sesuai takaran di resep. Biaya terbesar berasal dari topping, terutama salami dan keju mozzarella. Anda bisa menekan biaya dengan mengganti atau mengurangi topping yang mahal.
Energi di Adonan Pizza
Adonan pizza umumnya terbuat dari tepung terigu, yang merupakan sumber utama karbohidrat untuk energi tubuh. Namun, perlu diingat, kalau kebanyakan karbohidrat tanpa diimbangi aktivitas, bisa bikin kalori menumpuk dan berat badan naik.
Untuk mengembangkan adonan, kita pakai ragi instan. Meski ragi mengandung sedikit vitamin B dan protein, jumlahnya sangat kecil karena kita cuma pakai sedikit saja.
Lalu ada gula pasir, yang fungsinya membantu ragi bekerja lebih cepat dan memberi rasa manis tipis pada adonan. Gula sedikit tidak masalah, tapi batasi kalau tidak mau risiko diabetes atau obesitas. Tak lupa garam untuk memperkuat rasa gurih. Tapi hati-hati, terlalu banyak garam bisa memicu tekanan darah tinggi.
Terakhir, Minyak selada adalah minyak nabati ringan (biasanya berbahan dasar biji selada atau bisa juga merupakan istilah lokal untuk minyak salad seperti minyak zaitun atau minyak kanola). Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.
Sumber Antioksidan dan Rasa di Saus Pizza
Saus pizza itu penting banget untuk rasa dan juga gizi. Bahan dasarnya seringkali bawang bombay dan bawang putih. Kedua bawang ini dikenal sebagai agen antibakteri alami. Bawang putih punya senyawa allicin yang anti-mikroba dan anti-inflamasi, sedangkan bawang bombay kaya antioksidan.
Selanjutnya, ada pasta tomat dan saus tomat. Tomat adalah jagoan likopen, antioksidan kuat yang bermanfaat untuk jantung dan bisa bantu cegah kanker prostat. Saus tomat buatan sendiri juga cenderung lebih sehat karena kita bisa kontrol jumlah gulanya.
Untuk aroma khas Italia, kita pakai Oregano. Oregano adalah herba aromatik khas Mediterania yang sangat identik dengan cita rasa pizza. Ia memberi aroma khas yang ‘Italia banget’, sedikit getir dan hangat.
Namun di Indonesia, oregano masih tergolong bahan impor dan bisa sulit ditemukan di dapur rumahan. Jika tidak tersedia, kamu bisa menggunakan basil kering, thyme, atau kemangi kering yang dijemur sebagai alternatif. Meski tidak identik, perpaduan kemangi dan daun salam bubuk bisa menciptakan nuansa rempah lokal yang unik.
Apakah oregano harus ada?
Tidak wajib, tapi sangat disarankan jika ingin rasa autentik khas pizzeria. Namun tanpa oregano pun, pizza masih bisa enak jika bahan saus dan topping seimbang.
Topping Pizza, Penentu Gizi
Nah, ini bagian yang paling seru! Topping bisa jadi penentu gizi dan rasa pizza.
- Ikan Tuna: Ini pilihan topping super sehat! Tuna kaya protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 yang bagus untuk otak dan jantung. Kalau tidak ada tuna, bisa pakai ikan tongkol, salmon, sarden, atau bahkan daging ayam rebus. Protein dari ikan ini bisa bikin pizza jadi hidangan yang lebih seimbang.
- Salami: daging olahan yang difermentasi dan dikeringkan, biasanya terbuat dari daging sapi. Teksturnya kenyal dan rasa gurihnya kuat. Namun, karena tergolong daging olahan, salami tinggi garam dan lemak jenuh. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan daging asap ayam/sapi, sosis panggang, atau tempe goreng tipis bagi yang ingin opsi lebih sehat.
- Jamur Kancing: Jamur itu sumber protein nabati dan rendah kalori. Ada juga selenium dan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh.
- Tomat Segar dan Paprika Hijau: Jangan lupakan sayuran! Selain bikin warna pizza makin cantik, tomat dan paprika juga memberi serat dan vitamin C untuk kekebalan tubuh.
- Keju Mozarella dan Keju Cheddar: Keju bikin pizza makin nikmat dengan lelehan dan rasa gurihnya. Keju sumber kalsium, protein, dan lemak. Tapi ingat, lemak jenuhnya tinggi, jadi konsumsi secukupnya ya.
Berapa Kalori Dalam Pizza? Perhatikan Porsi!
Dalam satu potong pizza buatan sendiri (sekitar 1/8 loyang besar) kira-kira mengandung 250–350 kalori, tergantung seberapa banyak keju dan toppingnya. Kalau makan 2–3 potong, itu bisa sekitar 700–1.000 kalori dalam pizza, hampir setengah dari kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata. Jadi perhatikan kalori dalam pizza saat mengkonsumsi.
Lemak total dalam satu potong bisa sampai 15–20 gram, dengan 5–8 gram di antaranya adalah lemak jenuh. Terlalu sering makan makanan tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan risiko penyakit jantung.
Apakah Bisa Sehat Makan Pizza?
Jadi, apakah pizza itu selalu tidak sehat? Tidak juga! Pizza bisa jadi makanan seimbang kalau kita pintar memilih topping, mengontrol porsi agar kalori dalam pizza tidak terlalu banyak berlebih, dan cara memasaknya (hindari yang terlalu banyak minyak).
Pilih lebih banyak sayuran, protein tanpa lemak, dan keju secukupnya. Gunakan bahan-bahan yang lebih sehat seperti keju rendah lemak, saus tomat buatan sendiri tanpa gula tambahan, atau adonan gandum utuh. Ini semua bisa meningkatkan nilai gizi pizza buatanmu.
Intinya, pizza bukan “musuh” bagi gaya hidup sehat, asalkan kita bijak dalam memilih bahan dan porsi. Kenali manfaat dan alternatif dari setiap bahan, dan jangan ragu berkreasi. Pizza buatan sendiri bisa jadi hidangan keluarga yang lezat, bergizi, dan fleksibel. Yang paling penting, nikmatilah dalam batas wajar!




